Jumat, 27 Maret 2009

ISLAM PARADIGMA KEMANUSIAN

Ada dua buah agama yang kita kenal dalam sejarah umat manusia yaitu agama langit dan agama bumi. Agama langit dalam istilah bahasa Arab dikenal dengan ”dinul sammawi”, sementara bagi agama bumi dikenal dengan ”ad-dinul al-ardh”. Agama langit adalah agama-agama yang pernah diturukan kepada para nabi dan Rasul. Semetara selain diturunkan melalui wahyu, tidak termasuk ke dalam kategori agama langit, tapi agama bumi. Yang dimaksud dengan agama-gama langit seperti agama Nabi Ibrahim as, agama Nabi Musa, agama nabi Isa as dan agama-agama yang pernah disampaikan oleh para nabi dan para rasul sebelumnya. Sedangkan agama bumi adalah agama hasil pemikiran, produk dan rekayasa manusia. Agama bumi juga memiliki khas seperti halnya dengan agama langit. Agama bumi tidak harus mengakui eksistensi Allah sebagai Zat Yang Esa. Menyekutukan Allah dengan sesuatu menjadi khas yang dianut dalam agama bumi. Oleh karena itu, bagi agama bumi melaksanakan suatu ibadah selain kepada Allah dan beramal bukan karena ada sebuah tuntutan hukum atau ketentuan dari Allah adalah suatu hal yang biasa terjadi.
Agama langit terakhir yang diturunkan oleh Allah Swt adalah agama yang dibawakan oleh Nabi Muhammad saw yaitu Islam. Prinsip Islam telah mengajarkan manusia agar menyebah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Ini merupakan prinsip dasar yang harus diimani dan tidak dilanggar oleh umat Islam. Karena konsekwensi pelanggaran tersebut akan menjadikan seseorangmenjadi murtad. Murtad artinya kelurar dari koridor dan prinsip yang dibangun oleh agama langit yaitu tidak diakui lagi sebagai penganut murni dari agama langit tersebut. Agama lagit telah mengajarkan manusia agar senantiasa mengakui eksistensi Allah Swt sebagai Khalik atau Maha Pencipta. Dia Maha Kuasa atas segala makhluk-Nya.Manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan sebaik-baiknya, diperintahkan agar mengenal Allah dan menyerahkan diri untuk mengabdi kepada-Nya. Dan syarat ini tidaklah menjadi sebuah keharusan pada agama bumi.
Ketika seseorang telah berada dalam Islam maka seharusnya ia mengkaji dan memahami islam dengan baik. Kemudian mengamalkan dalam kehidupan dan memberitahukan kepada orang lain bahwa islam itu agama praktis, yang dihiasi dengan sikap toleransi dan demokrasi. H.A.R. Gibb, salah seorang orientalis Inggris, mengakui bahwa Islam agama demokrasi spiritual yang mutlak. Mengkaji Islam adalah wajib bagi setiap individu, sebagaimana ibadat itu sendiri. Bahkan seorang pemikir seorang refleksinya, dan seorang cendikiawan dengan intelektualitasnya, sama-sama berdekatan secara seksama kepada Allah swt., melalui perenungan dan kajian, sebanding dengan pendekatan (taqarrub) seorang hamba dalam shalat dan puasanya. Apabila Islam bisa dipahami dalam perspektif demikian, Islam merupakan pencerah gerakan pemikiran, sekaligus penghantar bagi gerakan peradaban.
Di sisi Allah swt., Islam merupakan ajaran yang telah dijamin Tuhan melalui Al-Quran (Qs. 5: 3) yang diwahyukan pada haji wada’ (perpisahan). Islam selain dapat digunakan sebagai salah satu istilah agama juga digunakan dalam pengertian teknis bersama. Tiga istilah lainnya, yakni Islam, Iman, dan Ihsan yang merupakan aspek fundamental dari ajaran ini. Dalam istilah lain, Islam mengandung pengertian yang sama dengan ibadah yang mencakup segala macam perbuatan kebaikan, lima rukun Islam dan kedudukan terhadap syari'ah, (baca lima rukun Islam, Iman, Ihsan).
Prinsip-prinsip yang dibangun Islam seperti tersebut di atas telah memperkuat keberadaannya di mata masyarakat dunia bahkan telah mampu bertahan sebagai barisan kultural tinggi dalam sejarah dunia yang tidak mengalami perubahan seperti yang pernah terjadi pada agama-agama sebelumnya. Dan prinsip ini telah diimani oleh umat Islam bahwa menjadi sunnatullah Islam selalu mendapat jaminan dan perlindunga
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya." (Q.s. 15: 9)
Tulisan ini merupakan cuplikan dari buku, ”Paradigma Kemanusia”, yang diterbitkan oleh Badan Perpustakaan Nasional Banda Aceh tahun 2007

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda